KOMPAS.com - Dua saudara kembar di Amerika Serikat (AS), Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter, didakwa setelah menghapus sekitar 96 database berisi informasi pemerintah federal hanya beberapa menit setelah mereka dipecat dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Kasus ini menjadi sorotan karena kedua saudara tersebut diketahui bekerja di perusahaan kontraktor pemerintah yang menangani data puluhan lembaga federal AS. Lebih ironis lagi, keduanya ternyata memiliki rekam jejak kejahatan siber sebelum direkrut.

Menurut dokumen pengadilan federal, perusahaan tempat kakak-beradik ini bekerja berbasis di Washington DC dan melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS. Belakangan perusahaan tersebut diketahui bernama Opexus.Kedua saudara itu sebelumnya pernah mengaku bersalah pada 2015 dalam kasus peretasan situs web, pencurian data kartu kredit, hingga upaya menjual informasi pribadi di darknet.

Dalam kasus lain, Sohaib juga disebut pernah mencuri data rekan kerja saat bekerja di Departemen Luar Negeri AS dan memasang perangkat keras untuk memantau sistem pemerintah secara diam-diam.

Meski memiliki catatan kriminal, keduanya berhasil kembali masuk ke industri teknologi setelah menjalani hukuman penjara. Muneeb mulai bekerja di perusahaan kontraktor tersebut pada 2023, sementara Sohaib menyusul setahun kemudian.