Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.

Ini merupakan serangan AS yang ketiga kalinya dalam pekan ini, sebagai tanggapan atas insiden di Selat Hormuz.

AS kembali menggempur Iran setelah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menutup jalur pelayaran strategis itu.

Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim telah menyelesaikan putaran ketiga serangan terhadap Iran, Minggu (12/7/2026).

AS kembali lancarkan serangan ke Iran. Teheran menuding serangan Washington itu menggagalkan upaya diplomatik dan memicu kembali ketidakamanan di Selat Hormuz.

Donald Trump pada Senin (13/7/2026) mengumumkan bahwa Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.

'Akan terus berlanjut sampai saya bilang cukup,' ujar Donald Trump saat ditanya sampai kapan AS akan menyerang Iran.

Militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran pada Rabu (15/7/2026).

AS lancarkan serangan baru ke Iran dan blokade laut diberlakukan lagi, sementara Teheran menyatakan gencatan senjata batal dan Selat Hormuz tetap ditutup.

Militer AS meluncurkan serangan baru terhadap Iran, menargetkan fasilitas militer di Selat Hormuz. Iran menolak negosiasi dan fokus pada pertahanan negara.