Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim telah menyelesaikan putaran ketiga serangan terhadap Iran, Minggu (12/7/2026).

Serangan ke Iran terjadi di tengah klaim AS yang menyatakan telah menggempur 90 target sepanjang malam.

Ini merupakan serangan AS yang ketiga kalinya dalam pekan ini, sebagai tanggapan atas insiden di Selat Hormuz.

AS kembali menggempur Iran setelah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menutup jalur pelayaran strategis itu.

Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim telah menyelesaikan putaran ketiga serangan terhadap Iran, Minggu (12/7/2026).

AS dan Iran kembali saling meluncurkan serangan balasan yang masif di wilayah Selat Hormuz dan sekitarnya.

Situasi peperangan ini berbanding terbalik dengan optimisme yang sempat dikantongi AS, untuk memaksa Iran membuka Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim telah memulai putaran serangan baru terhadap Iran, Senin (13/7/2026).

AS kembali lancarkan serangan ke Iran. Teheran menuding serangan Washington itu menggagalkan upaya diplomatik dan memicu kembali ketidakamanan di Selat Hormuz.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran.