Bareskrim Polri mengungkap markas judi online di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, mengelola 145 situs judol. Sindikat itu menggunakan server di luar negeri.

PPATK melaporkan Jabodetabek sebagai pusat judi online terbanyak di 2025, dengan pemain laki-laki mendominasi. Usia 20-30 tahun paling rentan terpapar.

Polisi mengungkap markas judol di Hayam Wuruk itu mirip markas judol di Kamboja, menggunakan kripto, serta menyamar sebagai perusahaan teknologi.