Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri perang. Ternyata, kesepakatan itu hampir gagal gara-gara ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan kesepakatan damai AS-Iran telah disepakati. Pakistan berperan sebagai mediator dalam proses ini.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengusulkan memorandum kesepahaman dengan AS untuk mengakhiri konflik dan membahas sanksi serta program nuklir.

Amerika Serikat dan Iran resmi menyepakati perjanjian perdamaian dan penghentian permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.

Dunia ramai-ramai menyambut baik kesepakatan damai yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran pada Minggu (14/6/2026).

Donald Trump mengeklaim bahwa Benjamin Netanyahu hampir menggagalkan kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Israel menunjukkan kekecewaan terhadap gencatan senjata permanen yang telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran.