Militer Iran mengatakan bahwa mereka telah "mempermalukan" AS-Israel dalam perang. Ini disampaikan setelah pengumuman kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Menlu Iran Abbas Araghchi mengumumkan draf kesepakatan dengan AS akan ditandatangani jarak jauh. Israel disebut berupaya sabotase kesepakatan ini.

Militer Iran pada Senin (15/6/2026) mengeklaim telah mempermalukan AS dan Israel setelah kesepakatan damai diumumkan.