Pejabat AS menyatakan optimisme tinggi terkait rencana penandatanganan kesepakatan damai dengan Iran yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.

Iran menegaskan belum ada kesepakatan akhir dengan AS meski Trump mengumumkan "penyelesaian besar". Juru bicara Kemenlu Iran mengingatkan untuk skeptis.

Iran membantah telah mencapai kesepakatan baru dengan Amerika Serikat (AS) yang disebut-sebut akan segera terwujud antara kedua negara.

AS dan Iran disebut akan menandatangani kesepakatan damai di Jenewa, Swiss, pada Minggu (14/6/2026).

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai draf final yang disepakati dalam perjanjian damai.

Pejabat AS menyatakan optimisme tinggi terkait rencana penandatanganan kesepakatan damai dengan Iran yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.

Pejabat AS mengatakan, rancangan kesepakatan damai dengan Iran akan mencakup penghancuran uranium yang telah diperkaya di lokasi dan dikeluarkan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan, rencana baru nota kesepahaman antara AS dan Iran akan ditandatangani secara digital.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengeklaim, kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS secara permanen belum pernah sedekat ini.

Menlu Iran Abbas Araghchi mengumumkan draf kesepakatan dengan AS akan ditandatangani jarak jauh. Israel disebut berupaya sabotase kesepakatan ini.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan kesepakatan damai AS-Iran telah disepakati. Pakistan berperan sebagai mediator dalam proses ini.