Pulau Kharg, alih-alih jadi aset strategis, sangat mungkin berubah jadi beban taktis yang menguras sumber daya militer AS dalam perang jangka panjang.

Sebuah helikopter tempur Apache AS jatuh di dekat Selat Hormuz yang dikuasai Iran. Dua pilot helikopter militer AS itu berhasil diselamatkan.

AS melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Selasa (9/6/2026), menyusul jatuhnya helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS.

Iran melayangkan ancaman balasan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, Rabu (10/6/2026).

Mantan Laksamana Angkatan Laut AS William McRaven mengatakan, serangan terbaru bukan merupakan skenario yang diinginkan pemerintahan Trump.

AS melancarkan serangan sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache di Selat Hormuz. Situasi kini dilaporkan tenang setelah serangan udara.

Militer AS akan melancarkan serangan proporsional terhadap Iran setelah helikopter Apache mereka ditembak jatuh di Selat Hormuz.

AS menyatakan bahwa serangan terbarunya ke Iran telah selesai setelah operasi militer akibat penembakan helikopter Apache di Selat Hormuz.

Presiden Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Pulau Kharg, pusat infrastruktur minyak Iran, meski ragu akan keberanian AS. Perang berlanjut.

Pulau Kharg, alih-alih jadi aset strategis, sangat mungkin berubah jadi beban taktis yang menguras sumber daya militer AS dalam perang jangka panjang.

Militer AS mematangkan rencana dan bersiap melancarkan serangan darat ke Iran. Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump urung melakukannya.