"Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus," kata Purbaya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (3/6/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah nyaris 5% pada penutupan perdagangan sesi I perdagangan hari ini, Rabu (3/6). Ada apa?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok hampir 5% pada perdagangan Rabu (3/6).

IHSG dibuka melemah 4,15% menjadi 5.693, dipicu tekanan jual dan ketidakpastian global. Analisis menunjukkan potensi penurunan ke level 5.350-5.400.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/6).

"Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus," kata Purbaya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi hingga penutupan perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2025).

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut kinerja perusahaan masih tercatat solid meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam dua hari terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (5/6).

IHSG melemah 4,20% ke level 5.594,76 hingga penutupan perdagangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap penyebab pelemahan IHSG, terkait persepsi negatif fiskal dan defisit APBN.

IHSG telah terkoreksi 38 persen dari posisi puncaknya. Bahkan, pelemahan indeks saat ini lebih dalam dibandingkan saat pandemi Covid-19.

"Jadi, kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang nggak terlalu benar karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus," katanya.