"Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus," kata Purbaya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang pada sesi I perdagangan hari ini, Selasa (2/6).

IHSG mengalami tekanan jual yang semakin dalam pada awal perdagangan Rabu (3/6/2026). Hingga sekitar pukul 10.30 WIB, indeks anjlok 196,579 poin.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak terjun bebas pada sesi I perdagangan siang ini, Rabu (3/6).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (3/6/2026).

Pergerakan indeks saham hari ini berbanding terbalik dengan sejumlah bursa negara-negara ASEAN lainnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah nyaris 5% pada penutupan perdagangan sesi I perdagangan hari ini, Rabu (3/6). Ada apa?

IHSG melemah hingga 4,11% atau turun 254,36 poin ke 5.941,06 saat penutupan perdagangan hari ini.

IHSG ambruk 4,11% imbas tekanan jual masif pasca pelemahan rupiah dan peringkat Baa2 Danantara.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok hampir 5% pada perdagangan Rabu (3/6).

IHSG dibuka melemah 4,15% menjadi 5.693, dipicu tekanan jual dan ketidakpastian global. Analisis menunjukkan potensi penurunan ke level 5.350-5.400.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/6).

"Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus," kata Purbaya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi hingga penutupan perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2025).

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut kinerja perusahaan masih tercatat solid meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam dua hari terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (5/6).