Bank Indonesia menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah baru 5,5% sejak awal tahun, jauh berbeda dengan krisis 1998.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan rupiah hingga menyentuh level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS) belum mengganggu APBN.

Jika investor menilai risiko Indonesia meningkat, suku bunga tinggi belum tentu cukup untuk mengembalikan arus dana asing.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan tren penguatan terhadap rupiah.

Pelemahan rupiah di atas Rp 17.700 berdampak pada pusat perbelanjaan Jakarta, menurunkan pengunjung hingga 20% pada weekdays. Daya beli masyarakat melemah.

"Kami meyakini rupiah akan stabil dan cenderung menguat ke depan," pungkasnya.

Pengamat ekonomi mengaku tidak bisa membayangkan kondisi Indonesia apabila Rupiah menembus Rp 25.000 per dollar AS. Apa yang terjadi?

Pelemahan rupiah dorong kenaikan harga komoditas, membuat daya beli masyarakat menurun. Pengunjung pusat belanja Jakarta turun 15-20% pada weekdays.

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,25% sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Narasi optimistik yang secara simbolis ditunjukkan melalui senyuman Purbaya memang benar adanya, bukan senyuman pura-pura.

Rupiah meninggalkan level terlemahnya di kisaran Rp 17.700/US$.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pagi ini. Mata uang Paman Sam bergerak naik mendekati level Rp 17.700.

Pergerakan rupiah hari ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang berada di zona merah terhadap dollar AS.

Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (22/5/2026).

Bank Indonesia menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah baru 5,5% sejak awal tahun, jauh berbeda dengan krisis 1998.

Menteri Keuangan Purbaya menargetkan nilai tukar rupiah ke Rp 15.000. Minggu depan, ia akan ambil langkah baru untuk stabilisasi dan penguatan DHE.