JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tertekan saat pembukaan perdagangan Jumat (22/5/2026). Pada pukul 09:25 WIB, mata uang Garuda terdepresiasi 39 poin atau 0,22 persen ke level Rp 17.706 per dollar Amerika Serikat (AS). Pergerakan rupiah pun sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang berada di zona merah terhadap dollar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia setelah turun 0,25 persen. Koreksi juga terjadi pada baht Thailand dengan penurunan 0,12 persen. Selanjutnya, dollar Singapura melemah 0,09 persen, diikuti yen Jepang yang turun 0,08 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,05 persen, dollar Hong Kong turun 0,01 persen terhadap the greenback. Sementara itu, dollar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,14 persen. Disusul peso Filipina yang menguat 0,08 persen dan yuan China yang naik tipis 0,02 persen pada perdagangan pagi ini. Baca juga: IHSG Jumat (22/5) Dibuka di Zona Merah, Bursa Asia Justru Menguat

Senada, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bergerak di zona merah pada awal perdagangan Jumat. Indeks melemah 57,527 poin atau 0,94 persen ke posisi 6.037,414. Tekanan jual masih mendominasi pasar setelah IHSG sempat menyentuh area terendah harian di 5.966,860. Sementara level tertinggi indeks pada pagi ini berada di 6.079,193, dengan pembukaan perdagangan di 6.065,626.