TEKANAN Rupiah menjadikan nilai tukar dolar AS mencapai Rp 17.700 pada 19 Mei 2026.

Kondisi ini menggiring pasar untuk ber-ekspektasi Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur hari ini Rabu (20/5/2026).Pilihan itu hampir tidak terhindarkan. Ketika arus modal asing keluar deras dan rupiah terus melemah sejak Februari lalu, suku bunga menjadi instrumen utama untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar.

Masalahnya, upaya ini tidak gratis. Ada harga ekonomi yang harus dibayar, dan beban terbesar pada akhirnya jatuh kepada masyarakat.

Jika kita petakan satu per satu, tekanan terhadap rupiah kali ini tidak hanya berasal dari dalam negeri.

Kondisi geopolitik dunia yang tak kunjung stabil, masih ditutupnya Selat Hormuz, harga minyak yang meroket, semuanya memicu kekhawatiran investor global.