Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup di zona merah.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (18/5) imbas akumulasi sentimen global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan Senin (18/5/2026).

IHSG melemah ke 6.599, JPFA bukukan kenaikan laba kuartalan, GSMF siapkan private placement, dan CITA tetapkan dividen Rp351 per saham.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara merepons kondisi IHSG dan Rupiah yang terpuruk.

IHSG ambruk 3,46% saat sentimen global membaik. Tekanan domestik, rapuhnya kepercayaan investor, dan pelemahan rupiah jadi penyebab utama. Pidato Prabowo dinanti.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahannya. IHSG melemah nyaris 4% ke level 6.300-an.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).

Saham-saham tambang rontok seiring melemahnya IHSG pada penutupan Rabu sore (20/5/2026).

IHSG melemah 0,82% ke 6.318,50. INDY catat laba naik 33,88%, CSRA targetkan TBS 700 ribu ton, dan CBDK siapkan buyback Rp250 miliar.

IHSG bergerak fluktuatif di level 6.200-an, melemah 24 poin di perdagangan pagi. Transaksi mencapai Rp 1,91 triliun dengan 259 saham menguat.

Rupiah menguat tipis di pasar spot awal Kamis (21/5/2026), namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengalami tekanan hebat dengan ratusan saham di zona merah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (21/5).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap biang kerok Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sendirian di Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

CPIN naikkan dividen jadi Rp180 per saham, WMPP ekspansi bisnis pangan dan feedlot, sementara IHSG ditutup melemah 3,54% pada Kamis.

IHSG hari ini dibuka melemah di level 6.000-an, bahkan sempat turun ke 5.000-an. Penurunan ini mencerminkan dampak berkelanjutan dari COVID-19.