Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap biang kerok Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sendirian di Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup di zona merah.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (18/5) imbas akumulasi sentimen global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara merepons kondisi IHSG dan Rupiah yang terpuruk.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan Senin (18/5/2026).

IHSG ambruk 3,46% saat sentimen global membaik. Tekanan domestik, rapuhnya kepercayaan investor, dan pelemahan rupiah jadi penyebab utama. Pidato Prabowo dinanti.

Saham-saham tambang rontok seiring melemahnya IHSG pada penutupan Rabu sore (20/5/2026).

IHSG bergerak fluktuatif di level 6.200-an, melemah 24 poin di perdagangan pagi. Transaksi mencapai Rp 1,91 triliun dengan 259 saham menguat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hampir 2% di sesi awal perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (21/5).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap biang kerok Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sendirian di Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

IHSG hari ini dibuka melemah di level 6.000-an, bahkan sempat turun ke 5.000-an. Penurunan ini mencerminkan dampak berkelanjutan dari COVID-19.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (22/5/2026)