Agenda ini mencakup pengarahan mengenai berbagai opsi militer AS untuk menyerang Iran, status upaya diplomatik saat ini, serta langkah selanjutnya.

Tanggapan proposan baru Iran tidak memadai, Presiden AS Donald Trump disebut akan segera membahas opsi militer untuk lanjutkan perang.

Serangan militer AS semula dijadwalkan pada Selasa (19/5/2026), tetapi Trump diminta menundanya untuk memberi ruang bagi negosiasi dengan Teheran.

Pihak militer Iran memperingatkan akan membuka front baru melawan Amerika Serikat jika berani melancarkan serangan ke Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia hanya berjarak satu jam dari melancarkan serangan baru ke Iran sebelum akhirnya menangguhkannya.

Setelah melontarkan ancaman keras ke Iran, Trump mendadak menunda serangan dan mengaku masih berharap pada negosiasi.

Trump dikabarkan telah mengadakan pertemuan untuk membahas rencana perang melawan Iran setelah sebelumnya mengumumkan menunda serangan tersebut.

Donald Trump dan Benjamin Netanyahu berbeda pandangan soal langkah berikutnya dalam perang Iran yang dimulai pada 28 Februari.