Pelemahan rupiah hingga Rp 17.600 berdampak pada harga daging, tahu, dan biaya produksi pertanian. Petani dan pedagang merasakan efek inflasi yang signifikan.

Menurut Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad, dolar AS akan sangat sulit turun di bawah level Rp 17.000.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal berdampak langsung pada dompet warga Indonesia.

Nilai tukar dolar AS menguat terhadap rupiah, mencapai Rp 17.658. Dolar juga menguat terhadap beberapa mata uang lainnya, kecuali dolar Hong Kong.

Ekonom menilai, kondisi pelemahan rupiah saat ini berbeda dibanding krisis moneter 1998 yang terjadi pada masa reformasi.

Pelemahan nilai rupiah berdampak signifikan pada petani desa. Kenaikan harga pupuk dan sarana produksi mengancam kedaulatan pangan Indonesia.

Pelemahan rupiah hingga Rp 17.600 berdampak pada harga daging, tahu, dan biaya produksi pertanian. Petani dan pedagang merasakan efek inflasi yang signifikan.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dengan penguatan dolar AS terhadap rupiah ini telah menguntungkan pertanian, khususnya petani.

Pelemahan rupiah di atas Rp 17.700 berdampak pada pusat perbelanjaan Jakarta, menurunkan pengunjung hingga 20% pada weekdays. Daya beli masyarakat melemah.

Pelemahan rupiah di atas Rp 17.700 berdampak pada pusat perbelanjaan Jakarta, menurunkan pengunjung hingga 20% pada weekdays. Daya beli masyarakat melemah.

Pelemahan rupiah dorong kenaikan harga komoditas, membuat daya beli masyarakat menurun. Pengunjung pusat belanja Jakarta turun 15-20% pada weekdays.

Rupiah meninggalkan level terlemahnya di kisaran Rp 17.700/US$.

Pergerakan rupiah hari ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang berada di zona merah terhadap dollar AS.