Jakarta -

Menteri Koordinator bidang Perkeonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan soal mekanisme pembuatan rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) danBank Syariah Indonesia (BSI). Pembuatan rekening tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.Airlangga menjelaskan, masyarakat berusia 17 tahun akan menerima rekening secara otomatis tanpa pergi ke bank. Dalam hal ini pemerintah akan memanfaatkan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)."Otomatis dapat. Nanti kita kerja sama dengan Dukcapil ya, mengenai data-data ini kayaknya," kata Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

Nantinya akan ada teknis terkait pembuatan rekening dari pemerintah. Menurut Airlangga, BRI dan BSI telah memiliki program yang mendukung hal tersebut. Selain itu, kebijakan serupa pernah diterapkan pemeritah sebelumnya."Nanti akan ada teknisnya seperti apa. Karena kan BI, bank BSI maupun BRI sudah punya programnya. Dan sebetulnya kami pernah lakukan juga di periode sebelumnya dengan berbagai program yang direct dari Menteri Keuangan ke rekening masing-masing orang," tuturnya.Terkait kapan program ini dimulai, Airlangga belum merinci. Namun ia menyebut perlu ada rapat teknis dalam mempersiapkan regulasi lengkapnya."Kita siapkan. Mungkin nanti sesudah dirapatkan teknis, kita siapkan regulasinya, masuk ke dalam Dewan Nasional Keuangan Inklusif, kemudian baru sesudah itu kita buatkan timeline-nya," tutup Airlangga.