Jakarta -

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Dian Siswarini buka suara soal rencana konsolidasi aset fiber milik sejumlah BUMN ke bawah naungan Telkom. Salah satu yang sebelumnya disebut ialah aset fiber milik PT PLN (Persero) yakni PLN Icon Plus.Rencana konsolidasi itu merupakan arahan dari Danantara untuk setiap bisnis yang dijalankan BUMN fokus terhadap bisnis intinya. Dian menyampaikan saat ini rencana konsolidasi aset fiber tersebut masih dalam tahap kajian dan pembahasan bersama para pemangku kepentingan terkait."Terkait rencana konsolidasi aset fiber BUMN, kami memandang bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong BUMN untuk lebih di fokus pada core business serta meningkatkan efisiensi dan juga pemanfaatan aset sebagaimana arah kebijaksanaan strategis BUMN. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan pembahasan bersama para pemangku kepentingan terkait," ujar Dian dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/9/2026).

Dian menyampaikan, dalam pembahasan dengan pemangkuan kepentingan tersebut mencakup aspek strategis, aspek bisnis, aspek operasional, maupun tata kelola."Untuk memastikan skema konsolidasi yang tepat bagi semua pihak," katanya.Meski begitu, Dian belum dapat mengungkapkan entitas maupun aset fiber BUMN mana saja yang akan dikonsolidasikan ke Telkom."Karena itu, terkait entitas maupun aset yang akan dikonsolidasikan belum kami dapat disclose atau sampaikan pada saat ini," terangnya.Sebelumnya, Telkom diminta Danantara untuk konsolidasi aset fiber seluruh BUMN. Hal ini disampaikan Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini di kantor Telkom, Jakarta, Rabu (11/3/2026) malam. Langkah ini kata Dian adalah bagian dari strategi TLKM 30 untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan fundamental bisnis di tahun 2026."Ada arahan Danantara, ada kajian supaya aset fiber di BUMN lain dikonsolidasikan," kata Dian.Ketika ditanya apakah aset fiber BUMN lain itu adalah PLN, Dian membenarkan. "Ada dua, satunya itu (PLN) dan ada satu lagi," imbuhnya.Dian juga menjelaskan terkait dengan strategi TLKM 30 ini, Infranexia masih dengan rencana unlocking value. Caranya adalah dengan menggandeng investor, bisa dari dalam maupun dari luar negeri. Rencana ini kemungkinan baru akan dieksekusi tahun 2027."Mencari partner tahun ini bukan menjadi fokus, mungkin tahun depan. Sekarang fokus tahun ini bagaimana Infranexia bisa menjadi perusahaan FiberCo yang mumpuni," jelas Dian.