JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana membubarkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI, BUMN teknologi yang pernah menjadi pemain utama infrastruktur telekomunikasi nasional. Rencana likuidasi disampaikan langsung Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan merangkap jabatan sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Menurutnya ada sejumlah perusahaan pelat merah yang bermasalah akibat tata kelola yang tidak optimal, termasuk berjalan sendiri-sendiri. "Mungkin kita mengenal dulu banyak BUMN-BUMN terkenal, kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal sekarang menghadapi permasalahan mungkin akan kita tutup juga," ujar Dony dalam Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Baca juga: BUMN PT INTI Buka Suara soal Kepemilikan Saham di Perusahaan Tekstil yang Pailit PT INTI saat ini menjalankan lini bisnis dengan membuat kabel serat optik, smart energy devices, dan tabung liquid petroleum gas (LPG) composite. Perusahaan juga merakit perangkat cerdas untuk lini produk broadband dan smart energy, kartu cerdas, dan genuine product. Selain itu, fokus pada proses produksi atau konversi bahan baku, bahan setengah jadi, komponen, atau bagian lain menjadi barang jadi dengan nilai tambah yang memenuhi spesifikasi standar.
Danantara Buka Opsi Tutup PT INTI, BUMN Telekomunikasi Legendaris
Danantara membuka opsi menutup PT INTI, BUMN telekomunikasi yang pernah kuasai 60 persen pasar nasional.










