Jakarta -
Pada September 2025, Presiden Donald Trump datang ke Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York untuk berbicara di hadapan Majelis Umum. Namun sebelum kata-kata itu dimulai, eskalator di lobi utama yang dinaikinya mendadak berhenti. Ketika pidato berlangsung, giliran teleprompter yang macet. Dua gangguan kecil, yang segera dibaca sebagai semacam tanda.Trump, bekas bintang televisi yang tahu bagaimana sebuah pertunjukan harus berlangsung, menanggapinya dengan setengah bergurau di hadapan para kepala negara dan pemerintahan: "Inilah dua hal yang saya dapat dari PBB: eskalator dan teleprompter yang rusak."PBB merupakan institusi sentral dalam tatanan dunia yang dibentuk Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. Lembaga ini didesain dengan gagasan multilateralisme yang artinya tatanan berbasis kerja sama antarnegara. Ketika didirikan pada 1945, misi utama PBB adalah mencegah meletusnya perang dan menjaga damai di muka bumi. Belakangan, mandat itu diperluas ke berbagai bidang: Kesehatan global, pembangunan, dan perlindungan iklim. Namun, badan-badan sentral PBB, terutama Dewan Keamanan PBB, dinilai sudah usang dan membutuhkan pembaruan, seperti halnya markas besar organisasi itu di tepi Sungai East River.






