Jakarta -

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyerukan penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan ekonomi akibat rentetan sanksi baru Washington. Mojtaba menyebut langkah tersebut penting untuk menghadapi berbagai persoalan ekonomi Iran.Untuk diketahui, Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa prioritas utama AS dalam konflik dengan Iran adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi rakyat Amerika. Sedangkan upaya mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, sebut Vance, kini menempati urutan kedua.

Sikap yang lebih keras ini berbeda dengan penyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent pada 4 Agustus lalu, ketika dia mengatakan kepada media CNBC bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat dicapai dalam hitungan hari.Komentar-komentar tersebut mendorong kenaikan bursa Wall Street dan penurunan harga minyak.Pada Juli lalu, Departemen Keuangan AS memperluas sanksi-sanksi yang menargetkan jaringan pelayaran dan keuangan Iran, menyusul serangan baru Teheran terhadap kapal-kapal internasional di Selat Hormuz. Seruan Mojtaba KhameneiDilansir Anadolu Agency dan Press TV, Sabtu (29/8/2026), Mojtaba dalam pernyataan terbarunya, mencetuskan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri Iran dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi Iran.Dia juga menyerukan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.Dalam pesan yang disampaikan untuk memperingati Pekan Pemerintah Iran, Mojtaba mendesak pemerintah memberikan "perhatian serius" terhadap berbagai tantangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang saling berkaitan, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, dan pengaturan pasar barang dan jasa."Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," cetus Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.Dia menyerukan sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, dan mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang penting dan memberikan manfaat. Selain itu, dia mendorong peningkatan produksi serta pengurangan ketergantungan terhadap dolar secara bertahap. Pada akhirnya, seluruh kebijakan "ekonomi perlawanan" diharapkan menjadi prioritas utama dalam agenda ekonomi pemerintah Iran.