WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan Iran kembali berselisih soal rencana pencairan aset Iran yang dibekukan sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Washington menyebut dana tersebut akan diarahkan untuk membeli barang dari AS, sementara Teheran menegaskan hanya Iran yang berhak menentukan penggunaan asetnya.Perselisihan muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, pembicaraan tingkat tinggi antara kedua negara di Swiss menghasilkan kemajuan dan membuka jalan bagi pembahasan teknis lanjutan.

Baca juga: Trump Kirim Rubio ke Teluk, Yakinkan Sekutu soal Kesepakatan AS-Iran

Vance menyebut salah satu isu yang dibahas adalah rencana pencairan miliaran dollar aset Iran yang selama ini dibekukan.

Dalam laporan media pemerintah Iran, Washington disebut telah menyetujui pelepasan sekitar 12 miliar dollar AS (Rp 214 triliun) dana Iran serta penghentian sementara sanksi terhadap minyak Iran sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dinegosiasikan.