Teheran -
Iran mengancam akan menahan atau menyita kapal-kapal yang tidak memenuhi aturan perlintasan yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz. Otoritas Teheran juga memperingatkan bahwa kapal-kapal tidak taat aturan itu dapat dikenai denda.Ancaman terbaru Iran ini dilontarkan saat situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak dan gas global, masih memanas di tengah perebutan kendali antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) yang berperang sejak akhir Februari lalu.Dalam peringatan yang disampaikan via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (24/8/2026), Otoritas Selat Teluk Persia Iran (PGSA) menegaskan bahwa kapal-kapal yang gagal mematuhi aturan di Selat Hormuz dapat dikenai denda, ditahan atau disita pada pelayaran berikutnya.
PGSA mengimbau perusahaan-perusahaan yang mengangkut kargo dari atau ke kawasan Teluk untuk memeriksa daftar terbaru kapal-kapal yang dituduh melakukan pelanggaran, sebelum menyewa kapal mana pun. Disebutkan juga oleh PGSA bahwa kapal-kapal yang bekerja sama dengan kapal lainnya yang sudah tercantum dalam daftar pelanggaran itu, juga akan dimasukkan ke dalam daftar tersebut mulai Minggu (23/8) waktu setempat.Hal tersebut berlaku untuk kapal-kapal yang terlibat dalam pemindahan kargo dari kapal-ke-kapal, transshipment, dan operasi-operasi serupa lainnya.Transshipment merupakan proses memindahkan barang, kargo, atau muatan dari satu sarana angkut ke sarana angkut lainnya di titik transit atau pelabuhan perantara sebelum muatan itu melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.









