Tel Aviv -
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diduga berusaha memicu eskalasi konflik di Jalur Gaza, sebagai bagian dari upaya untuk mengganggu atau menunda pemilu parlemen yang dijadwalkan akan digelar pada akhir tahun ini.Dugaan tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Senin (24/8/2026), dilaporkan oleh surat kabar Israel, Maariv, yang mengutip penilaian di kalangan petinggi militer Israel.Penilaian petinggi militer Israel itu menyebutkan bahwa Netanyahu tidak ingin konflik saat ini berakhir dan mungkin akan memicu kembali eskalasi di Jalur Gaza saat pelaksanaan pemilu parlemen Israel semakin dekat.
Menurut laporan Maariv, para pejabat tinggi militer Israel semakin khawatir bahwa pertimbangan politik dapat mempengaruhi keputusan mengenai tindakan militer lebih lanjut. Para petinggi militer Israel, sebut Maariv dalam laporannya, telah menegaskan bahwa pihak militer tidak berniat untuk terseret ke dalam konflik lainnya, tanpa adanya kebutuhan keamanan yang jelas."Kami tidak akan terlibat dalam perang baru yang tidak perlu," demikian penegasan para petinggi militer Israel.Kekhawatiran semacam itu muncul di tengah perdebatan yang semakin memanas di Israel mengenai cara Netanyahu menangani berbagai front konflik, dan tuduhan dari kubu oposisi bahwa PM Israel itu memanfaatkan isu keamanan demi kepentingan politik menjelang pemilu.






