TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara eksplisit menyatakan penolakannya terhadap rencana Gaza yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan telah didukung Hamas.
Langkah ini semakin memperlebar jarak antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump di tengah persaingan pemilihan umum yang kian ketat.
Penolakan tegas tersebut disampaikan Netanyahu setelah lebih dari sepekan diterpa gelombang kritik, terutama dari basis pendukung sayap kanannya.Baca juga: Trump-Netanyahu Kembali Tak Sejalan, Kini Berselisih soal Gaza
"Israel menolak dokumen 15 poin," ujar Netanyahu dalam rapat kabinet pada Minggu (9/8/2026), mengacu pada dokumen rencana yang telah disetujui Hamas sejak akhir Juli 2026.
Netanyahu menegaskan, militer Israel tidak akan mundur sebelum ancaman keamanan benar-benar hilang.














