TEL AVIV, KOMPAS.com – Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengkritik keras kerangka kesepakatan baru mengenai Gaza yang dinilainya mengesampingkan kepentingan Israel.

Barak juga menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini tak lagi memberi perhatian besar kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sehingga posisi Israel dalam proses perundingan semakin melemah."Israel dan tuntutannya sedang diabaikan," kata Barak dalam wawancara dengan penyiar publik Israel KAN pada Minggu (2/8/2026), yang dikutip Anadolu.

Baca juga: Netanyahu Tak Takut Ditangkap ICC, Sesumbar Punya Pasukan Khusus

Menurutnya, rancangan kesepakatan itu tidak mengharuskan pelucutan senjata total Hamas, pengumpulan seluruh persenjataan di Jalur Gaza, maupun pengasingan para pemimpin kelompok tersebut.

Sebaliknya, kata Barak, rancangan itu hanya memuat penghentian operasi pembunuhan yang ditargetkan terhadap Hamas serta pengembalian kendali Israel atas sekitar 53 persen wilayah Gaza, turun dari sekitar 65 persen.