TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel melakukan serangan baru di Suriah pada Sabtu (22/8/2026) dan mengecam utusan Amerika Serikat (AS), Tom Barrack karena mengkritik serangan sebelumnya.

Diketahui, Tom Barrack menilai tindakan militer Israel pada Selasa (18/8/2026) sebagai eskalasi yang tidak perlu dan berpotensi memicu konflik terbuka dengan Ankara. Menanggapi kritik tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menilai pernyataan diplomat AS tersebut penuh dengan kekeliruan, terutama terkait status kedaulatan Dataran Tinggi Golan.

Baca juga: Tak Cukup Kecaman, Ratusan Eks Diplomat Desak Inggris-Perancis Sanksi Israel

Sejak tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel tercatat telah melancarkan ratusan operasi udara serta menempatkan pasukannya di zona penyangga PBB di Dataran Tinggi Golan.

"Israel telah menyampaikan informasi intelijen kepada pihak-pihak yang berwenang di Amerika Serikat sebelum serangan," tulis Katz di X, Sabtu.