PADANG, KOMPAS.com — Lemahnya pengawasan dan celah keamanan pada sistem barcode atau QR Code MyPertamina disinyalir menjadi salah satu pemicu mengularnya antrean solar bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat.

Sistem digitalisasi yang dirancang untuk membatasi kuota pembelian BBM bersubsidi itu diduga dimanfaatkan melalui praktik jual beli QR Code ganda secara bebas di platform e-commerce.Modus tersebut kemudian dimanfaatkan oknum pelangsir untuk melakukan pembelian berulang sehingga pasokan solar bersubsidi bagi masyarakat umum terganggu.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyoroti celah keamanan pada sistem teknologi informasi milik PT Pertamina (Persero), khususnya PT Pertamina Patra Niaga.

"Masa di Shopee orang bisa jualan QR Card? Ini berarti ada kelemahan di IT-nya PT Pertamina, terutama Patra Niaga, dan kita minta ini segera diperbaiki," ujar Andre, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Celah MyPertamina: Ribuan Liter BBM Subsidi Diselewengkan via QR Code