Washington DC -
Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan kedatangan kapal induk USS George Washington di kawasan Timur Tengah pada Kamis (20/8) waktu setempat. Hal ini menyusul kritikan tajam terhadap kondisi memprihatinkan kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, yang telah dikerahkan sangat lama.Dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (21/8/2026), Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasional militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa USS George Washington dan satuan tempurnya telah beroperasi di Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln."Kelompok tempur Kapal Induk George Washington sedang beroperasi di Timur Tengah dalam penugasan terjadwal setelah tiba di wilayah operasi CENTCOM kemarin," demikian pernyataan CENTCOM pada Kamis (20/8) waktu setempat.
Pengerahan USS George Washington ke Timur Tengah ini diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump beberapa hari setelah laporan media mencuat soal kondisi buruk di atas USS Abraham Lincoln, yang telah dikerahkan sejak November 2025 lalu di perairan Laut China Selatan, sebelum dialihkan ke Timur Tengah. Laporan-laporan media memicu gangguan yang tidak diinginkan bagi Trump di tengah upayanya mempromosikan perang melawan Iran yang kurang mendapat dukungan di dalam negeri AS.USS Abraham Lincoln sendiri telah dikerahkan ke Timur Tengah selama berlangsungnya perang yang dikobarkan Trump terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.Masa pengerahan yang terlampau lama menuai kritikan di kalangan politisi Washington DC, dengan kapal induk AS itu dilaporkan telah berlayar selama lebih dari 240 hari di lautan, dengan 200 hari di antaranya tanpa transit atau singgah di pelabuhan mana pun.Seorang pejabat AS mengonfirmasi keberangkatan Lincoln, hal yang sebelumnya disinggung oleh Laksamana Brad Cooper -- pimpinan CENTCOM -- dalam artikel opini mengenai Abraham Lincoln yang diterbitkan di The Wall Street Journal."Semoga perjalanan kalian lancar dan selamat menikmati reuni yang memang layak kalian dapatkan," tulis Cooper, dikutip The New York Times, Jumat (21/8/2026).















