BRUSSELS, KOMPAS.com - Konsep pertahanan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dijuluki "NATO 3.0" memicu gelombang kritik.

Pasalnya, rebranding tersebut dinilai sebagai kamuflase atas pemangkasan komitmen militer Amerika Serikat (AS) di Eropa. Di bawah skema ini, Washington secara bertahap menarik alokasi pasukan dan kapabilitas utamanya.

Baca juga: Pentagon Uji Loyalitas Sekutu NATO, Eropa Didesak Ikuti Agenda Trump

Sementara itu, negara-negara Eropa serta Kanada dituntut mengambil alih beban utama pertahanan konvensional.

Mantan Duta Besar AS untuk NATO, Ivo Daalder, menilai restrukturisasi ini sekadar memoleskan gincu pada seekor babi.