PRABOWO pernah berkata, ia tidak suka membaca pidato resmi.
Ia bahkan pernah berkelakar, bukan hanya hadirin yang bosan mendengar teks pidato yang dibacakan. Ia sendiri pun mengantuk membacanya. Namun, ketika menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026, Prabowo tampaknya memilih tunduk pada teks pidato resmi.
Hampir sepanjang pidato mata Parbowo tidak lepas dari pengial baca (telepromter).
Meskipun demikian, tidak sepanjang waktu dia bertahan. Ada kalanya ia juga melakukan improvisasi.
Di sini letak menariknya. Pidato resmi, seperti pidato kenegaraan di depan Sidang Tahunan MPR selalu memiliki dua wajah.











