JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah tidak memilih antara membantu Rakyat dan menjaga APBN, tetapi melakukan kedua-duanya.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menjabarkan realisasi pendapatan dan belanja negara hingga akhir Juli 2026 dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026)."Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan kedua-duanya," kata Prabowo, Jumat.
Baca juga: Prabowo: Setiap Rupiah yang Dikumpulkan Negara Harus Kembali ke Rakyat
Prabowo lalu memerinci, pendapatan negara tumbuh tinggi sebesar 21,3 persen (YoY) hingga akhir Juli 2026, sedangkan belanja negara tumbuh kuat 18,2 persen (YoY).
Prabowo menyebutkan, belanja negara tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan ekonomi.












