TAIPEI, KOMPAS.com - Parlemen Taiwan yang dikuasai pihak oposisi menyetujui penyelenggaraan tiga referendum pada Jumat (14/8/2026).
Salah satu poin utama yang bakal dimintakan persetujuan publik adalah penerapan hukuman cambuk bagi pelaku kejahatan seksual dan penipuan.Selain usulan hukuman cambuk, dua isu lain yang dibawa ke meja referendum yakni dukungan terhadap energi nuklir serta pengalokasian denda lalu lintas khusus untuk perbaikan keselamatan jalan.
Baca juga: Hacker Pakai AI Retas Taiwan, Akankah Jadi Masa Depan Dunia?
Penyelenggaraan ketiga referendum tersebut kemungkinan besar akan dilangsungkan serentak dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) Taiwan pada 28 November mendatang.
Ketiga referendum ini lahir dari inisiatif partai-partai oposisi di parlemen, sebagaimana dilansir Reuters.







