BANDUNG, KOMPAS.com - Kantor berita The Guardian mengungkap keberadaan ribuan kreator konten Indonesia yang aktif mengunggah konten politik di grup-grup Facebook Amerika Serikat dan Australia demi memperoleh pendapatan dari program monetisasi Meta.

Salah satu kreator yang diwawancarai mengaku tidak memiliki ketertarikan terhadap politik negara-negara yang menjadi target unggahannya dan hanya berfokus mencari uang dari tingginya interaksi pengguna.Dalam laporan The Guardian yang terbit Minggu (9/8/2026), perempuan Indonesia bernama samaran Adira, yang tinggal di Jawa Barat, mengaku rutin mengunggah berbagai konten di sejumlah grup Facebook bertema politik luar negeri, termasuk grup Team Pauline Hanson yang mendukung senator Australia sekaligus pemimpin Partai One Nation, Pauline Hanson.

Baca juga: Iran Ubah Strategi Propaganda, Andalkan Meme dan AI untuk Serang AS-Israel

Ia juga mengunggah konten di grup-grup lain seperti "I Love the USA!", "JD VANCE 2028", "Pete Hegseth Fans", hingga komunitas penggemar aktivis konservatif Amerika Serikat Charlie Kirk.

Menurut Adira, ia tidak menerima bayaran dari agensi maupun organisasi politik tertentu. Ia mengatakan bahwa pendapatannya berasal dari program kreator Meta yang memberikan imbalan berdasarkan tingkat keterlibatan atau engagement pengguna terhadap konten.