TAIPEI, KOMPAS.com - Sebuah serangan siber canggih yang memanfaatkan sistem akal imitasi (AI) otonom menyasar sejumlah instansi pemerintah Taiwan.
Peristiwa ini diyakini para ahli sebagai serangan siber sepenuhnya otonom pertama yang pernah menargetkan lembaga pemerintah.Serangan yang berlangsung selama empat hari pada Juli tersebut berhasil memetakan 21 sistem pemerintah, membobol 85 akun pengguna instansi, dan mengekstrak 2.500 catatan personel.
Baca juga: Diserang Hacker, Rumah Sakit di Romania Selamat Berkat Pena dan Kertas
Sistem peretas ini bekerja dengan mengoordinasikan hingga delapan agen AI yang mengeksekusi penyusupan dan menentukan langkah selanjutnya secara mandiri tanpa campur tangan manusia.
Agen AI ini tak hanya sekadar membantu peretas manusia, melainkan menjalankan seluruh kampanye peretasan secara penuh, sebagaimana dilansir CNN, Kamis (13/8/2026).











