Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan anggaran operasional Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai ditambah. Tujuannya agar Ditjen Bea dan Cukai lebih aktif menangkap penyelundupan.Hanya saja, Purbaya tidak menyebutkan pasti besaran anggaran tersebut. Ia hanya bilang tambahan anggaran tersebut lebih dari Rp 1 miliar."Jadi emang Bea Cukai biaya operasional kita tambah supaya lebih banyak aktif menangkap penyelundupan-penyelundupan maupun kecurangan-kecurangan bisnis lain di Indonesia. Ya, di atas 1 miliar sih, lebih sih, tapi itu kita tambah jumlah yang cukup," ujar Purbaya di Aula Gedung B KPU Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Kamis (13/8/2026).
"Jadi begini, kan masyarakat sering nuduh Bea Cukai kerjanya jelek gitu gitu, jadi ini kita perbaiki dan Bea Cukai sedang menunjukkan bahwa mereka bisa memperbaiki diri," sambungnya.Menurutnya, saat ini kinerja Ditjen Bea dan Cukai telah menunjukkan adanya perbaikan. Hal ini terlihat dari hasil penindakan maupun penerimaan yang mulai tumbuh."Hasil-hasil ini kan terlihat bahwa ada perbaikan kinerja yang signifikan dari Bea Cukai, dari tangkapan maupun dari pendapatan yang sudah mulai tumbuh sekarang. Rokok-rokok gelap juga sudah berkurang secara signifikan walaupun masih ada ya," terang Purbaya.Ke depan jika aturan layer rokok sudah berlaku, Purbaya bilang rokok ilegal tidak akan ada lagi. Jika masih ditemukan rokok ilegal, maka ia akan menutup pabrik tersebut."Tapi begitu nanti layer baru disetujui, nggak ada lagi rokok gelap. Rokok gelap nanti kita akan tutup betul perusahaan-perusahaan yang masih melakukan itu," pungkasnya.






