WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negaranya memegang kendali penuh atas Selat Hormuz.

Akan tetapi, data berkata lain. Lalu lintas pelayaran di koridor energi krusial tersebut mengalami penurunan drastis.Data pelacakan kapal mencatat, hanya 14 kapal yang melintas pada Selasa (11/8/2026). Jumlah ini jauh di bawah rata-rata sebelum perang yang pecah pada 28 Februari lali, yakni mencapai lebih dari 130 kapal per hari.

Baca juga: Parlemen Iran Siapkan RUU Selat Hormuz, Kapal Negara Musuh Dilarang Melintas

Penurunan tajam ini menunjukkan bagaimana Iran lebih berhasil menekan arus pelayaran global meski hanya mengandalkan sedikit kekuatan militer, seperti serangan rudal dan drone.

Teheran cukup memanfaatkan kecemasan para pemilik kapal, kapten, dan perusahaan asuransi.