Teheran -

Iran menanggapi pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal rencana mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian wilayah AS usai perang berakhir. Teheran balik menegaskan kepada Trump bahwa Selat Hormuz "saat ini" dan "akan tetap" menjadi milik Iran.Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (15/8/2026), menegaskan bahwa Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global, tidak akan bisa direbut begitu saja.Selat Hormuz menjadi titik perselisihan terbaru antara Iran dan AS yang berperang sejak akhir Februari lalu. Teheran bersikeras mengendalikan semua pelayaran di jalur perairan strategis, sedangkan Washington menegaskan kebebasan navigasi di perairan Selat Hormuz yang berbatasan dengan daratan Iran dan Oman.

"Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya dengan sebuah cuitan, dengan kapal induk, dengan perintah, atau dengan pidato kampanye," tegas Gharibabadi dalam pernyataannya via media sosial X pada Jumat (14/8) waktu setempat. Dia mengatakan bahwa AS seharusnya mengakui kekalahan strategis yang dialaminya dalam melawan Iran. "Iran tidak takut pada ancaman dan tidak bisa diintimidasi oleh aksi unjuk kekuatan," ucap Gharibabadi dalam pernyataannya."Selat Hormuz adalah milik Iran, saat ini milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran," tegas Wamenlu Iran tersebut."Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran, dan selama Anda tidak menerima kenyataan soal kekalahan Anda dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade (di Selat Hormuz)," kata Gharibabadi memperingatkan Trump.