WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump mengeklaim bahwa militer Amerika Serikat (AS) memegang kendali penuh atas navigasi di Selat Hormuz.

Kendati demikian, data pelacakan maritim menunjukkan realitas yang sangat berbanding terbalik.Arus lalu lintas kapal kargo dilaporkan anjlok drastis dari rata-rata normal sebelum perang yang mencapai lebih dari 130 kapal per hari menjadi hanya 14 kapal melintas.

Mayoritas kapal yang tersisa bahkan memilih mengambil rute pelayaran di bawah pengawasan Iran ketimbang jalur perlindungan yang disediakan armada AS, seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Rabu (12/8/2026).

Kondisi ini menyoroti efektivitas strategi Teheran yang berhasil melumpuhkan jalur energi vital dunia hanya dengan mengandalkan serangan rudal dan drone secara sporadis.

Baca juga: Parlemen Iran Siapkan RUU Selat Hormuz, Kapal Negara Musuh Dilarang Melintas