TEHERAN, KOMPAS.com - Iran terus mengembangkan taktik serangan untuk menghadapi pertahanan udara Amerika Serikat (AS) dalam perang yang berlangsung sejak 28 Februari.

Menurut laporan The New York Times pada Selasa (11/8/2026), salah satu caranya adalah mempelajari pola serangan yang digunakan dalam perang Ukraina, terutama saat Rusia mengombinasikan rudal dan drone untuk membuat pertahanan udara kewalahan.Taktik tersebut terlihat dalam serangkaian serangan Iran terhadap tiga pangkalan militer AS di Yordania selama lima hari pada Juli 2026.

Baca juga: Iran Tak Perlu Mengalahkan Amerika Serikat untuk Menang

Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone, termasuk rudal canggih yang dapat mengubah arah secara tiba-tiba untuk menyulitkan sistem pertahanan AS.

Pada hari kelima, satu rudal berhasil menembus pertahanan tersebut.