TEHERAN, KOMPAS.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian memuncak menyusul mandeknya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Iran-Amerika Serikat (AS) yang pecah sejak 28 Februari.

Krisis tersebut mengakibatkan Selat Hormuz tertutup dan rantai pasokan energi global terganggu parah, sebagaimana dilansir Yeni Safak, Selasa (11/8/2026).Hingga saat ini, Washington dan Teheran belum mencapai kesepakatan akhir guna menghentikan konflik bersenjata yang telah melumpuhkan lalu lintas kapal di salah satu jalur perairan terpenting di dunia.

Baca juga: Daripada Perang Lagi, Negara Teluk Terpaksa Terima Iran Kendalikan Selat Hormuz

Di tengah situasi yang masih berkecamuk, Parlemen Iran mulai mendorong langkah hukum strategis untuk memperketat kendali atas jalur pelayaran vital tersebut.

Juru Bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Hassan Ghashghavi, membenarkan adanya kemajuan dalam pembahasan rancangan undang-undang (RUU) tersebut.