WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan berupaya meredakan ketegangan di Timur Tengah untuk mencari jalan keluar dari konflik sebelum pemilu paruh waktu November mendatang.

Trump menyebut strategi barunya adalah "bersikap tenang" terhadap Iran dengan mengandalkan tekanan ekonomi ketimbang melancarkan operasi militer baru.Kendati demikian, kenyataannya menunjukkan keterbatasan pengaruh Washington di Timur Tengah.

Kombinasi menipisnya stok persenjataan AS, perlawanan gigih rezim Iran, kalkulasi politik internal Netanyahu menjelang pemilu Israel, serta dampak kenaikan harga bensin di dalam negeri, membuat posisi Trump serba sulit.

Baca juga: Jenderal Top AS Disebut Cari Jalan Keluar Sendiri dari Perang Iran, Tak Ikuti Trump?

Peneliti senior di Middle East Institute, Brian Katulis menilai, usaha Trump untuk meremehkan eskalasi konflik berbenturan langsung dengan kenyataan pahit.