Konflik kepengurusan Yayasan Harapan Ibu berujung penemuan 995 pucuk senjata, narkoba, hingga VCD porno dalam kotak peluru di lingkungan sekolah.
Pengacara Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Hermawanto, mengatakan konflik kepengurusan yang terjadi saat ini berkaitan dengan persoalan yang telah berlangsung sejak 2011. Menurutnya, pada 2011 Indra Wargadalem (IWD) masuk ke dalam yayasan dan menjadi ketua. Menurut dia, istri dan kerabat IWD juga menempati posisi sebagai dewan pembina.
"Jadi itulah perkara tahun 2011 tadi. Jadi huru-hara itu ada hubungannya dengan perkara itu. Dia bisa balik lagi, masuk, kemudian dia menguasai sekolah, menjadi ketua, istrinya masuk jadi pembina, kakaknya juga masuk jadi pembina," kata Hermawanto kepada detikX.
Persoalan, kata Hermawanto, mulai mengemuka ketika Endang Suryantini menjadi ketua dewan pembina yayasan yang menaungi Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, itu. Menurut dia, Endang jarang dilibatkan dalam rapat-rapat dewan pembina. Hermawanto mengklaim rapat lebih banyak dilakukan oleh dua anggota dewan pembina, yang merupakan istri dan kakak IWD. Keputusan ketua pengurus, yakni IWD, hampir selalu disetujui oleh kedua anggota dewan pembina tersebut.











