TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) buka suara menanggapi kesemrawutan lalu lintas yang kerap mengunci kawasan perlintasan Pasar Serpong, Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan, Ahmad Arofah, mengungkapkan, tingginya frekuensi perjalanan kereta rel listrik (KRL) pada jam sibuk pagi hari menjadi salah satu penyebab utama menumpuknya antrean kendaraan di lokasi tersebut.
"Kemacetan itu terjadi juga karena kalau jam pagi jadwal kereta melintas sangat rapat, bisa per 3 menit sekali," ujar Ahmad Arofah saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (10/8/2026).Baca juga: Bukan Lagi PKL, Ini Biang Kerok Kemacetan Parah di Pasar Serpong Tangsel
Mengenai keluhan masyarakat terkait angkutan umum (angkot) yang kerap berhenti sembarangan (ngetem) di bahu jalan hingga memicu penyempitan jalur, Ayep mengeklaim pihaknya telah mengambil tindakan berulang kali.
"Untuk angkot, kami juga sudah beberapa kali melakukan peneguran," kata Ayep.










