"We aren't blocking traffic, we are traffic"
Jumat malam, 31 Juli 2026, trotoar di depan FX Sudirman mendadak dipenuhi ratusan sepeda. Ada sepeda lipat dengan warna-warna terang, sepeda gravel, fixed gear, road bike, sampai sepeda kargo yang bentuknya tidak biasa. Sebagian pesepeda berdiri bergerombol sambil mengobrol, sebagian lain masih sibuk mengatur sepeda atau menunggu teman. Di antara lalu-lalang orang yang hendak menghabiskan malam di kawasan Sudirman, kerumunan itu tampak mencolok.
Orang-orang yang melintas beberapa kali menoleh. Sebagian memperlambat langkah, melihat lautan sepeda yang memenuhi sisi trotoar, lalu berbisik kepada orang di sebelahnya. Mereka tampak sama-sama mencoba menebak apa yang sedang terjadi: acara komunitas, kumpul-kumpul pesepeda, atau mungkin titik awal sebuah kegiatan yang akan segera dimulai. Tidak ada panggung, tidak ada spanduk besar, dan tidak tampak sosok yang berdiri sebagai pemimpin untuk mengatur kerumunan. Yang terlihat hanya orang-orang dengan sepeda yang berbeda-beda, berkumpul pada waktu dan tempat yang sama.
Malam itu gerombolan ini tidak datang untuk sekadar memamerkan sepeda. Mereka sedang menunggu Critical Mass Jakarta, sebuah gerakan bersepeda massal yang rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan. Gerakan ini mengajak pesepeda turun bersama ke jalan untuk menunjukkan bahwa mereka juga merupakan pengguna jalan yang memiliki hak yang sama. Di Jakarta, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak 2012 dan terus menjadi agenda yang berulang dari bulan ke bulan.









