PERNYATAAN Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 5 Agustus 2026, Teheran akan mendukung setiap keputusan yang diambil para pemimpin Palestina dalam proses perundingan menegaskan, isu Palestina masih menempati posisi sentral dalam orientasi politik luar negeri Iran.
Dalam percakapan telepon dengan Khalil al-Hayya, pemimpin baru biro politik Hamas, Pezeshkian tidak hanya menyampaikan dukungan terhadap perjuangan Palestina.Namun, juga memberikan legitimasi politik terhadap proses negosiasi yang sedang dijalankan Hamas bersama faksi-faksi Palestina lainnya.
Pernyataan tersebut menarik karena muncul ketika konflik Gaza memasuki fase semakin kompleks, yakni ketika pertempuran, diplomasi, rekonstruksi, pelucutan senjata, dan masa depan pemerintahan Palestina mulai dipertautkan dalam satu kerangka penyelesaian politik.
Dengan demikian, dukungan Iran terhadap Palestina tidak semata-mata perlu dibaca sebagai retorika ideologis, melainkan sebagai upaya Teheran mempertahankan relevansi strategisnya dalam proses pembentukan tatanan politik baru di Timur Tengah.
Bagi Iran, Palestina memiliki kedudukan jauh lebih mendalam daripada sekadar salah satu isu regional dalam agenda diplomasi, karena persoalan tersebut telah menjadi bagian penting dari identitas politik Republik Islam sejak Revolusi 1979.







