TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran tetap berada di meja perundingan meski sempat menghentikan operasi militer terhadap Israel setelah kedua negara kembali terlibat baku tembak.

Iran menegaskan pihaknya tidak meninggalkan jalur diplomasi maupun medan konflik.Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian pada Senin (8/6/2026) melalui unggahan di platform X, setelah Iran dan Israel kembali saling menyerang usai gencatan berlaku pada 8 April.

Baca juga: Iran Umumkan Setop Serang Israel, Sempat Siapkan Perang Panjang

Dikutip dari AFP, Pezeshkian menyatakan, Iran masih membuka ruang untuk negosiasi dengan pihak Amerika Serikat, sekaligus tetap mempertahankan posisi militernya.

"Diplomasi dan pertahanan adalah dua sayap kekuatan nasional; kami tidak meninggalkan medan perang maupun meja perundingan," kata Pezeshkian.