JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 315 proyek pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan mangkrak karena belum menerima pembayaran sejak tahun 2025.

Ketua Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan SPPG APBN 2025, Arifin Nababan mengeklaim total utang yang ditunggak oleh Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai Rp 800 miliar."Berdasarkan data, terutang ke kami itu Rp 800 miliar. Jumlah ini terkonfirmasi ketika RDP Badan Gizi Nasional dengan Komisi IX DPR RI, itu sudah disampaikan oleh Waka BGN Agustina Arumsari memang terutang BGN itu Rp 1,6 triliun yang mana Rp 1,04 triliun itu adalah untuk pembangunan SPPG negara," kata Arifin dalam konferensi pers di Graha Dirgantara, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Kepala BGN Ungkap 1.700 SPPG Siap Beroperasi di Daerah Tinggi Stunting

Arifin menyebut, dari total 315 titik pembangunan SPPG, hanya 71 titik yang sudah rampung 100 persen.

Sisanya sebanyak 244 titik terpaksa dihentikan pengerjaannya di tengah jalan karena belum adanya pembayaran.