WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah perangkat lunak mata-mata digital buatan China dilaporkan telah berevolusi menjadi teknologi pengawasan dan digunakan di lebih dari 13 negara.
Dalam penelitiannya, perusahaan keamanan siber Arctic Wolf Networks Inc pada Rabu (5/8/2026) melaporkan, mereka mendeteksi platform perangkat lunak berbahaya yang disebut LightSpy.Platform itu memungkinkan pengguna membayar perusahaan tersebut untuk mencuri informasi pribadi korban, termasuk data lokasi yang sangat spesifik, rekaman suara, catatan obrolan, rekaman kamera dan video serta layar, dan banyak lagi.
Baca juga: Satelit Lampung-1 Meluncur ke Orbit, Hasil Kerja Sama China-Indonesia
Menurut Arctic Wolf, dikutip daru Straits Times, teknologi ini juga mampu menghapus seluruh data pribadi seseorang dari perangkatnya.
Para peneliti menjelaskan, platform tersebut mencakup tingkatan harga, infrastruktur penagihan, dan branding. Alat ini juga berisi lingkungan demo untuk calon pembeli.










