BANYUMAS, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyiapkan sejumlah skenario agar layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Banyumas tetap beroperasi setelah subsidi operasional dari pemerintah pusat dipastikan dihentikan.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan layanan transportasi publik tersebut tidak boleh berhenti karena menjadi kebutuhan masyarakat.Menurut Sadewo, operasional Trans Banyumas diperkirakan hanya dapat bertahan hingga 28 Agustus 2026 dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tersedia saat ini.
Karena itu, Pemkab Banyumas bersama DPRD tengah membahas berbagai opsi untuk menutup kekurangan anggaran agar layanan tetap berjalan.
"Banyumas itu kan subsidinya dari APBN dihentikan. Jadi kondisi keuangan kita sedang tidak baik-baik saja. Tapi saya sudah mengupayakan maksimal bagaimana caranya, pokoknya Trans Banyumas jangan sampai berhenti begitu saja. Ini masih saya diskusikan dengan anggaran," kata Sadewo, dikutip dari Tribun Jateng, Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Pemkab Kesulitan Dana, Operasional Trans Banyumas Terancam Terhenti









